Air minum AMANAH diproses dengan bahan baku yang berasal
dari sumber air di daerah Turgo, kawasan lereng pegunungan merapi, sehingga
kesegarannya sangat terasa. Proses pengolahannya merupakan integrasi dari 3
teknologi pengolahan air terkini yaitu ultrafiltrasi technology, non-mineral
technology, dan alkaline water technology. Perpaduan 3 teknologi canggih ini
menghasilkan AIR AMANAH yang memiliki kadar TDS dibawah 10 ppm dan pH air
bersifat basa dengan kadar pH 8 s/d 8,5. Inilah keunikan yang sekaligus
merupakan keunggulan produk AIR AMANAH ditengah membanjirnya produk air minum
dalam kemasan di Indonesia.
AIR AMANAH merupakan produk air minum murni dalam kemasan
yang memiliki kadar TDS sangat rendah bahkan hampir mendekati nol, serta
memiliki kandungan oksigen yang tinggi. TDS atau Total Dissolved Solids adalah
jumlah total larutan padat yang terkandung di dalam air minum. Setiap air minum
selalu mengandung partikel terlarut yang tidak terlihat oleh mata, bisa berupa
partikel padatan/logam seperti besi, aluminium, tembaga, perak, dll, maupun
partikel non padatan seperti mikroorganisme. Berdasarkan rekomendasi Departemen
Kesehatan, TDS air yang kita minum sebaiknya dibawah 50 ppm dan yang terbaik
adalah dibawah 10 ppm. Semakin rendah kadar TDS maka akan semakin ringan fungsi
kerja ginjal karena akan lebih mudah menyaring larutan padat yang terkandung
didalam air minum.
Dengan kadar pH 8+ maka AIR AMANAH tergolong air alkali yang
sangat baik dikonsumsi saat tubuh mengalami kelebihan keasamaan seperti saat
demam, flu, atau bronkitis. Dalam kondisi seperti ini air alkali bertindak
sebagai antioksidan yang mampu menyuplai elektron bebas.


Komentar
Posting Komentar